Hidup Memang Tidak Adil (!/?)



Pasti sebagian besar dari umat manusia pernah beranggapan bahwa hidup ini tidak adil. Tak terkecuali saya, Saya pernah merasa hidup ini tidak adil! Saya beranggapan bahwa hanya sebagian orang yang dapat merasakan indahnya hidup, hanya sebagian orang yang terlahir di muka bumi yang dapat merasakan manisnya cinta dan kasih.
Tapi, sebelum kita semakin tenggelam ke dalam pembahasan kita kali ini. Saya akan memberikan alasan mengapa orang orang beranggapan bahwa hidup ini tidak adil (melalui kacamata pribadi saya tentunya)
Menurut saya, Selalunya anggapan anggapan seperti itu muncul  didasari oleh rasa keputusasaan dan kekecewaan terhadap diri sendiri atau bahkan kepada orang lain yang kita anggap bertanggung jawab dengan hidup kita (biasanya orang tua)
Tapi ada salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan oleh orang orang seperti ini. Kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, inilah yang membuat manusia merasa bahwa hidup ini tidak adil. Tatkala seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain. Maka segala usaha yang telah ia lakukan, segala hal yang telah ia korbankan dan sebanyak apapun waktu yang telah ia habiskan akan terasa sia sia, ia tidak akan bisa menghargai semua itu karena telah menjadikan orang lain sebagai "tolak ukur" keberhasilan. Kebiasaan ini tanpa kita sadari perlahan mengikis harga diri kita. Para mental health counselor pun sepakat bahwa kebiasaan buruk ini dapat mengikis harga diri seseorang
karena dengan kebiasaan ini, alam bahwa sadar secara otomatis mengonfirmasi tolak ukur yang telah kita buat, dimana tolak ukur itu adalah keberhasilan atau pencapaian orang lain. Dengan demikian, maka kita tidak akan pernah bisa menerima diri sendiri karena telah memenjarakan diri dengan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain atau dengan kata lain kita tidak lagi berorientasi pada diri sendiri.
Menganggap bahwa hidup ini tidak adil sebenarnya manusiawi karena ini merupakan kodrat manusia sebagai makhluk yang dianugerahi ego dan nafsu. Namun, perlu ketahui bahwa kita bukanlah budak dari ego dan nafsu yang harus mengikuti segala perintahnya.
Pernahkah kita berdoa agar kita menjadi seseorang yang hebat nan kuat? Saya rasa kita semua pernah memanjatkan doa serupa.
Tapi, apakah Tuhan lansung membuat kita menjadu hebat nan kuat? Saya rasa tidak. Terkadang kita mengeluh ketika kita mengalami ujian. Namun, bisa jadi itu adalah jawaban Tuhan atas doa yang tak henti hentinya kita panjatkan. Apakah Tuhan menurunkan cobaan dengan maksud ingin melihat kita sengsara dan merasa menyesal terlahir di dunia ini? Tentu tidak!
Dia ingin menempah kita melalui berbagai macam cobaan. Tak ada jalan untuk menjadi hebat nan kuat selain melalui cobaan dan ujian yang Ia berikan. Namun, harus kita pahami bahwa Tuhan adalah Sang maha adil. Dia senantiasa menurunkan cobaan beserta penyelesaiannya. Betapa indahnya paket yang Tuhan anugerahkan kepada kita.
Akhir kata, Jika saya boleh memberi jawaban atas pertanyaan "Bagaiamana agar kita merasa hidup ini adil?"
Saya akan menjawab dengan lantang "Berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain dan mulailah fokus membenahi hidupmu sendiri"
 Sekian dan terima kasih

Comments

Popular posts from this blog

Memahami Penyesalan Melalui "pappaseng to riolo"

Kita Tidak Boleh Mempertanyakan Tuhan?