The Golden Age of Islam
Baru saja menyelesaikan sebuah buku hebat karya Hugh Kennedy seorang sejarawan asal inggris dengan judul
"When Baghdad Ruled the World, The Rise and Fall of Islam's Greatest Dynasty".
Menariknya, ia menceritakan tentang sejarah dari dinasti abbasiyah. Salah satu masa di mana islam sangat lekat dengan ilmu pengetahuan dan berhasil mencetak banyak ilmuwan terkemuka. Sebut saja Al Khawarizmi yang menuangkan konsep pemikirannya dalam sebuah buku yang menjadi pengembangan aljabar dan ilmu algoritma matematika atau Al Farabi filosof muslim pertama yang menyelaraskan Islam dengan filsafat Yunani. Selain filsafat, ternyata ia juga menguasai ilmu di bidang musik. Bahkan, Al Farabi disebut sebagai orang pertama yang meletakkan dasar-dasar tentang not musik.
Karyanya di bidang musik adalah Kitab Al-Musiqi Al Kabir (Buku Besar Musik) yang menjadi rujukan penting bagi perkembangan musik klasik barat.
Bayt al-Hikmah atau the House of Wisdom di Baghdad. Dibangun pada akhir abad ke-8 dan berisikan ratusan ribu buku dari seluruh penjuru dunia.Berdirinya institusi ini mengingatkan kita pada 3 hal:
1). Islam dari dulu kental dengan ilmu pengetahuan dan rasionalitas.
Budaya " logic & reason" yang begitu mengakar pada masa itu menghasilkan banyak figur intelektual seperti Ibn Sina ( bapak kedokteran) dan Ibn al-Haytham (bapak optik modern dan penemu kamera pinhole), Bahkan jika ditarik lagi ke ajaran agama itu sendiri, kata pertama dari ayat Al-Qur'an pertama yang diturunkan ke bumi adalah "Iqra", artinya "bacalah".
2). Apresiasi terhadap ilmu dan ilmuwan menumbuhkan ruang berkarya yang ujungnya berbuah untuk kemajuan bangsa itu sendiri.
Pendiri House of Wisdom, Harun al-Rashid berani membayar mahal demi mendatangkan ilmuwan dari dalam maupun luar wilayah kekuasaannya. Kesejahteraan seorang polimatik kala itu bisa dibilang setara dengan Messi atau Serena Williams kini. Ada masa di mana seorang penerjemah dibayar dengan emas seberat dengan buku atau dokumen yang diterjemahkannya.
3). Keterbukaan dan toleransi bisa bersanding dengan ketakwaan.
Cendekiawan dari berbagai macam agama, dari kalkuta hingga sisilia berdialog mengenai tulisan tulisan dari Yunani, Romawi, Bizantium, Persia dan Hindu. Keberagaman pemikiran ini menghasilkan teori-teori baru yang jadi landasan para penemu berikutnya.
House of Wisdom rembas karena serangan Hulagu Khan terhadap Baghdad tahun 1258. Cahaya mercusuar zaman keemasan perlahan meredup, digantikan dengan kecemerlangan Eropa.
Entah wajar atau waham jika saya melihat ada semesta paralel dari peradaban ini di bangsa kita.
Kala itu ada jalur sutera, kita punya poros maritim. Bayt al-Hikmah disinggahi berbagai bangsa, di sini pun ada ragam budaya ditambah biodeversitas.
Semoga jadi renungan sebelum bonus demografi kita habis dilahap waktu.
Salam CandaTaqwa
Abdul Halim Alwi
Fii Amanillah
Comments
Post a Comment