Umat Muslim Harus Kaya
Apa yang terlintas di pikiran anda ketika membaca awalan dari postingan saya ini? Apakah anda berpendapat bahwa saya terlalu mencintai dunia?
Mengutip tulisan Prof. Laode di buku nya yang berjudul
"14 Langkah Rasulullah Dalam Membangun Kerajaan Bisnisnya"
Di buku ini, kita diajak untuk melihat Rasulullah dari sudut pandang lain. Sedari duduk di bangku sekolah dasar, kita hanya diceritakan kisah Rasulullah dalam memerangi orang orang kafir yang menolak keberadaan islam kala itu. Ternyata Rasulullah adalah pebisnis hebat pada masa nya. Rasulullah memulai bisnisnya tanpa modal uang. Namun, Rasulullah memiliki modal yang jauh lebih penting dari uang. Kegigihan, kejujuran dan kepercayaan. Sikap seperti itulah yang membuat Rasulullah menjadi pebisnis hebat pada masa nya, bahkan diriwayatkan Rasullah mendapat julukan al amin (yang dapat dipercaya). Masya Allah.
Tahukah anda bagaimana kisah Rasulullah bertemu dengan khadijah? Iya, mereka bertemu melalui sebuah kesepakatan bisnis. Khadijah merupakan janda kaya raya kala itu. Khadijah kagum dengan sikap Rasulullah yang pantang menyerah, gigih dan jujur. Hal inilah yang kemudian membuat Khadijah jatuh hati kepada Rasulullah. Masya Allah betapa indah nya skenario Allah dalam mempertemukan dua insan manusia.
Rasulullah memberikan mahar 20 ekor unta terbaik pada masa nya. Jika dikonversi menjadi rupiah, kurang lebih senilai 1 milyar. Wow, fantastis!
Apakah Rasulullah mencontohkan kepada kita untuk hidup miskin? Tidak! Rasulullah mencontohkan untuk hidup sederhana. Sederhana dan miskin adalah dua hal yang berbeda.
Sederhana adalah gaya hidup. Sedangkan miskin adalah kondisi hidup.
Umat muslim harus kaya! Tepat sekali, dengan materi yang kita miliki (tentu harus didapatkan sesuai syariat) kita bisa menjadi lebih dekat dengan Allah.
Kita bisa bersedekah, kita bisa membangun sarana yang memiliki manfaat jangka panjang untuk orang banyak (amal jariyah). Apakah kita harus menjual "ayat ayat Allah" dengan dalih meminta sumbangan? Murah sekali harga diri kita!
Akhir kata, Rasulullah pernah berkata "shalat lah sebagaimana aku shalat".
Jika kita bisa meniru Rasullah sebagaimana beliau shalat. Maka kita juga bisa meniru Rasulullah "sebagaimana Rasulullah berbisnis".
Comments
Post a Comment